Malam ini diiringi desiran suara angin
yang agaknya sedikit memilukan ditambah suasana sunyi khas heningnya malam. Entah
perasaan apa yang sedang ku rasakan , rasa sesak itu tiba-tiba muncul dalam
hati. rasa yang membawa ku ke dalam sebuah ingatan yang tak pernah terduga kapan akan kedatangannya. Ingatan
yang memaksa jari ini kembali untuk menari. menari diatas barisan tuts-tust
huruf yang berjajar rapi namun tak berurutan alphabet. Rasanya sudah sangat lama
jari-jari ini kehilangan hasratnya untuk menari. Beku dalam diamnya dan membisu
dalam tidurnya. Namun malam ini, malam sunyi yang terasa sedikit menyesakkan
jari-jari ini kembali terbangun, tersentak akan suatu keadaan, sedikit demi
sedikit kebekuan itu mulai mencair – setidaknya untuk malam ini- . ku temukan
kembali alasan untuk mengajak jari ini menari, ku temukan kembali serpihan
ingatan akan impian-impian masa lalu.
Malam semakin larut ketika angan ini
terbang kesana kemari, dalam angan ini pun terbersit sebuah pertanyaan. Apakah gerangan
yang membangkitkan jari-jari ini untuk (kembali) menari, apakah gerangan yang
mampu membangunkan jari ini dari tidur panjangnya. Aaaah seketika ke sudahi
pertanyaan itu, nyatanya bukan hanya jari-jari ini yang mulai menemukan hasrat
menarinya. Namun Hati ini juga. Hati ini kembali menemukan cahaya yang telah
lama tertutupi. Hati ini menemukan kembali penuntun menuju jalan yang mampu
menyelaraskan perasaan dan logika rumit ini. Akhirnya ku temukan lagi.