Sabtu, 24 Desember 2016

Ku temukan lagi

Malam ini diiringi desiran suara angin yang agaknya sedikit memilukan ditambah suasana sunyi khas heningnya malam. Entah perasaan apa yang sedang ku rasakan , rasa sesak itu tiba-tiba muncul dalam hati. rasa yang membawa ku ke dalam sebuah ingatan yang tak  pernah terduga kapan akan kedatangannya. Ingatan yang memaksa jari ini kembali untuk menari. menari diatas barisan tuts-tust huruf yang berjajar rapi namun tak berurutan alphabet. Rasanya sudah sangat lama jari-jari ini kehilangan hasratnya untuk menari. Beku dalam diamnya dan membisu dalam tidurnya. Namun malam ini, malam sunyi yang terasa sedikit menyesakkan jari-jari ini kembali terbangun, tersentak akan suatu keadaan, sedikit demi sedikit kebekuan itu mulai mencair – setidaknya untuk malam ini- . ku temukan kembali alasan untuk mengajak jari ini menari, ku temukan kembali serpihan ingatan akan impian-impian masa lalu. 
Malam semakin larut ketika angan ini terbang kesana kemari, dalam angan ini pun terbersit sebuah pertanyaan. Apakah gerangan yang membangkitkan jari-jari ini untuk (kembali) menari, apakah gerangan yang mampu membangunkan jari ini dari tidur panjangnya. Aaaah seketika ke sudahi pertanyaan itu, nyatanya bukan hanya jari-jari ini yang mulai menemukan hasrat menarinya. Namun Hati ini juga. Hati ini kembali menemukan cahaya yang telah lama tertutupi. Hati ini menemukan kembali penuntun menuju jalan yang mampu menyelaraskan perasaan dan logika rumit ini. Akhirnya ku temukan lagi.

Kamis, 23 April 2015

Yang Cantik itu banyak, tapi yang baik itu??

berparas Cantik merupakan idaman sebagian besar wanita di dunia ini, bahkan bisa dkatakan seluruh wanita. banyak dari mereka yang rela melakukan apa saja untuk mempunyai paras yang "terlihat" cantik, mulai dari perawatan rutin, pergi ke salon setiap minggunya, memakai make up secara berlebihan dan yang lebih extreme lagi yaitu dengan melakukan operasi plastik untuk mengubah penampilan wajah mereka, hal-hal tersebut dilakukan oleh mereka yang berkantong tebal karena hal-al demikian diperlukan usaha untuk merogoh dalam-dalam dompet mereka. Bagi mereka yang mempunyai uang pas-pasan, mereka mempunyai cara tersendiri untuk tetap terlihat cantik, yaitu dengan "tipuan" kamera, dewasa ini sangat marak aplikasi-aplikasi pengubah tampilan objek gambar, mereka yang notabene mempunyai paras wajah yang pas-pasan, seketika berubah menjadi cantik menawan tanpa harus mengeluarkan biaya lebih.
Jika para wanita tersebut ditanya, mengapa mereka melakukan hal-hal tersebut? tentu jawabannya adalah untuk menarik perhatian lawan jenis, untuk menambah kepercayaan diri dan lain-lain.
namun apakah wajah yang cantik lah yang banyak dicari oleh para laki-laki saat ini?. dari beberapa responden mereka secara jelas mengatakan bahwa saat ini orang cantik sudah sangat banyak keberadaannya, mungkin kecantikan itu relativ namun hal relatif juga terdapat standartnya sendiri, mencari orang cantik saat ini sudah bagaikan mencari buih dilautan, sudah tak terhingga jumlahnya. dan layaknya ilmu ekonomi, semakin banyak suatu barang maka tingkat harganya juga semakin rendah, bahkan mungkin tingkat permintaannya juga rendah. jadi intinya adalah bagi kalian yang saat ini masih mengandalkan kecantikan kalian saja untuk menarik perhatian orang lain atau lawan jenis, sama saja anda seperti orang -orang jaman jahiliyah, tampilan luarnya di poles-poles namun kemampuan dalamnya KOSONG
Ingat sekarang yang cantik itu banyak namun cantik saja sudah tidak cukup, perlu ditunjang dengan kemampuan soft skill dan hard skill yang memadai untuk menjadi wanita yang sebenarnya

Senin, 13 April 2015

SOP Bukan bahan bercandaan

Standar Opersional Prosedur atau sering disingkat SOP.
merupakan sebuah komponen yang harus ada dalam setiap instansi atau organisasi dalam menjalankan Tupoksi nya
SOP biasanya dibuat oleh jajaran pemimpin dalam sebuah organisasi tujuannya sudah jelas yaitu sebagai acuan aturan dalam organisasi tersebut, itu artinya SOP dibuat untuk dipatuhi oleh semua anggota instansi atau organisasi "tanpa terkecuali"
karena SOP bisa dkatakan merupakan sebuah aturan maka semboyan "aturan dibuat untuk dilanggar" itu pun bisa menjangkit SOP tersebut.
Jadi pertanyaannya apakah kita harus selalu taat pada SOP dan tidak boleh melanggarnya SAMA SEKALI ??
this is my opinion
Menurut ku SOP seperti jalan penuntun kita agar dalam menjalankan tugas kita tahu arahan dan petunjunya, agar jangan sampai kita berjalan tanpa ada arahan dan petunjuk, namun bagiku SOP ataupun peraturan-peraturan lain tidak selamanya SOP atau peraturan itu HARUS dipatuhi dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun tapi kita juga punya kemungkinan melanggar nya tergantung pada kondisi dan situasi itu menurut ku
sebagai salah satu fungsionaris sebuah organisasi dan kebetulan menjadi staff departmen yang harus selalu menjaga dan mengawasi dijalankannya SOP, aku tidak akan pernah terlalu mempermasalahkan fungsionaris yang lain ketika ada yang melanggar SOP selama pelanggaran tersebut masih bisa diatasi dengan hal yang lain dan tidak mengganggu jalannya organisasi apalagi pelanggaran-pelanggaran kecil.
NAMUN ada satu hal yang membuat ku sangat tidak terima yaitu ketika SOP dijadikan mainan atau bahan bercandaan, mereka yang alih-alih mengingatkan dijalankan SOP dengan baik namun dengan nada menghina karena mungkin mereka tidak terima bahkan mempunyai rasa dendam ketika diingatkan saat mereka melanggar SOP itu sendiri. Mas Mbak kakak-kakak semua ayolah sekarang bukan saatnya kita saling menyalahkan orang lain, jika memang itu bercandaan bercandalah sewajarnya saja, jangan sampai bercandaannya atas dasar ingin menjatuhkan atau kita punya dendam tersendiri terhadap bagian yang lain dari sebuah organisasi apalagi sampai bercandaannya bertujuan menghambat tugas dan fungsi dari anggota atau devisi yang lain dari organisasi tersebut

Rabu, 08 April 2015

Sedikit Tentang Ku

Nama ku Chotibul umam, aku lahir pada hari rabu (pon) 6 september 1995. Aku anak pertama dari 3 bersaudara, Aku lahir di sebuah keluarga yg tergolong sangat amat sederhana. Orang tua ku berprofesi sbg petani, namun ayah ku termasuk tokoh masyarakat yg dihormati lo, aku bangga padanya hehe,
cerita ini ku awali di masa kecil ku. waktu kecil ku termasuk anak yg nakal *hehe*, ketika umurku belum nyampe 7 tahun ku sering tidur di rumah tetangga yg seumuran dengan ku, dan salah satu bukti kenakalan ku yg masih ku ingat adalah ketika ku dilarang bermain aspal di depan masjid tapi ku tidak mendengarkan larangan tersebut, dan akhirnya waktu ku sedang asik lempar2 aspal dengan teman ku (muslimin namanya), tiba2 ada aspal yg mendarat di mata kanan ku, untung posisi mataku merem jadi gx mengenai bola mataku, tapi aspal tersebut sampai sekitar satu jam menempel di mataku, huh lucu kalau ku ingat kejadian itu. Sudah cukup cerita kenakalan masa kecilku. *ku tidak mengalami masa2 TK si* jadi langsung ke SD. Aku masuk SD saat umurku 7 tahun *itu kebijakan dari SD ku, kalau belum berumur 7 thn, belum bisa diterima*, aku sekolah di SDN 2 CANDIMULYO, sebuah SD dengan fasitas yg cukup lengkap, dan bahkan SD terhijau dan memiliki taman terluas se kecamatan KERTEK, terbukti SD ku ini sering memenangi berbagai lomba keindahan sekolah, sudah ya perkenalan SD ku, langsung menuju masa-masa SD ku, diawali dari kelas 1, Di kelas 1 ini ku di ajar oleh guruku yg bernama pak widiyanto, meskipun mengajar kelas 1, beliau terkenal guru yg super galak, tapi tentunya pada siswa yg bandel, cerita tragis pun pernah ku alami di akhir semester pertama di kelas 1 ini, ku sempat masuk rumah sakit sekitar 1 minggu karena menderita penyakit typus+DBD, bahkan waktu itu harapan hidupku sudah sangat sedikit, hingga ku tak masuk sekolah selama 1 bulan bahkan sampai tidak mengikuti tes semester 1, tapi alhamdulillah ku masih hidup sampai saat ini, ku mulai masuk sekolah lagi awal semester 2, ku bekerja keras untuk menyusul  ketinggalan pelajaran ku. Dan pada saat tes semester 2, ibuku sempat bilang padaku, " wong de'e ra milu tes nk ra munggah ja nangis ya" *hehe maklum sob, kelas satu*, tapi waktu penerimaan raport, apa yg terjadi, di situ tercatat "peringkat 1 dari sekian siswa", *kok bisa ya?* gx nyangka bgt kalau bisa dapat peringkat pertama, sejak saat itu ku mulai menjadi siswa yg patut di perhitungkan hehe *next*
Kelas 2, diriku di ajar oleh bu tatik, guru yg perhatian bgt ma muridnya, terutama diriku *maklumlah siswa cerdas hehe* dikelas ini ku belum menemui pesaing serius, jadi ya dapat di tebak semester 1 dan 2 ku memperoleh peringkat pertama, makin perhatian deh guruku. *cie-cie*
Kelas 3, ku di ajar pak joko susilo, dikelas ini pada semester pertama masih lancar, dapat peringkat pertama, tapi di semester 2 ku menemukan pesaing baru dan sementara yaitu siti sabngatun *sekarang adik kelasku di SMKN 2 WONOSOBO* dan wulandari, karna ku hanya bisa memperoleh peringkat 3 *lo kok menurun * Kelas 4, dikelas ini ku di ajar bu Tusiem, meskipun di kelas 3 hanya peringkat 3, tapi ku belum kehilangan perhatian dari guruku, dan terbukti di semester 1 ku kembali merebut peringkat 1 ku, semester 2 pun masih bisa mempertahankan peringkat ku, oh ya di kelas 4 ini ku juga sempat merasakan asyiknya PRAMUKA siaga, *pramuka yg sekarang menjadi nafasku* hehe
Kelas 5, dikelas ini ku di ajar bu Aminah, salah satu guru yg paling berpengaruh dalam perjalanan hidupku, beliau kan terkenang dalam otakku, untuk prestasiku dikelas masih sama yaitu peringkat 1 di semester 1 dan 2, tapi di kelas lima ini banyak sekali hal-hal penting menurutku, dan dikelas ini juga ku sering mengikuti berbagai perlomba dan ada yg jadi juara si antara lain adalah
- juara 2 umum perkemahan penggalang
-juara 1 lomba PAI putra
-juara 2 sinopsis
-juara 4 siswa teladan
-juara 4 B.ind
-juara 4 cerita rakyat
ya itulah perlombaan yg ku raih, ya meskipun tingkat kecamatan tapi suatu kebanggaan bagiku, *lanjut*
Kelas 6,  di kelas ini ku di ajar oleh pak Sutaryanto, awalnya ku sempat takut si karna beliau terkenal sangat galak dan keras, tapi setelah di ajar beberapa minggu, justru beliau jadi akrab dengan ku, gara-gara ku sering ikut lomba, dan bersama bu Aminah (wali kelasku saat kelas 5) beliau menjadi guru paling berpengaruh bagiku, beliau sering memberi semangat bagiku *terimakasih pak, terimakasih bu* hehe , dan menurutku di kelas ini menjadi masa-masa indah *entah apa alasannya*, tentang prestasi tidak ada yg istimewa di semester 1, ku masih memperoleh peringkat 1, dan setelah itu ku mulai fokus ke UASBN, dan waktu persiapan UASBN itulah ku mempunyai teman yg sangat dekat, namanya Asih khoyimah, kita sering belajar bareng, *bersama teman sekelompok belajar*, main bareng, dan bahkan seperti ada hubungn khusus gitu, bahkan kedekatan itu berlanjut sampai awal ku masuk SMP *untuk bagian ini di sensor lah haha*
dan UASBN pun berjalan dengan lancar dg hasil yg memuaskan yakni peringkat 1 paralel, *eheem*, dan di masa-masa setelah ujian inilah ku mengalami sebuah kegalauan saat mau melanjutkan sekolah, ku ingin sekali mengikuti jejak nur mahfud *kakak kelas ku yg juga tergolong berprestasi*  yaitu sekolah di SMPN 1 KERTEK, *smp favorit di kertek* tapi apa? *apa kalian kira orang tua ku gx setuju? BUKAN*, tapi guru yg kuanggap sebagai panutanku (bu aminah dan pak sutaryanto) menyuruhku untuk melanjutkan ke SMP baru yaitu bakal SMPN 4 KERTEK, dan setelah ku berunding dg orang tua, dan bahkan orang tuaku kerumah bu Aminah, akhirnya ku melanjutkan ke SMPN 2 KERTEK KELAS JAUH *calon SMPN 4 KERTEK*, kemudian kisah hidupku berlanjut, di sini, di SMPN 2 KERTEK kelas jauh lebih enak di sebut SMPN 4 KERTEK ja lah,
Kelas 7, dikelas ini walikelas ku adalah bu Farida (bu ida) guru mapel PAI *bu lurah candimulyo sejak sekitar 9 thn yg lalu sampai sekarang 2012 (2003-2013) di kelas 7 ini ku menempati kelas yg sangat sederhana bahkan bisa dibilang tidak layak *smp baru belum punya gedung* Dikelas ini kita menempati ruang bekas gudang tembakau, *jan sumpek bgt*, tapi kutelah memutuskan sekolah disini jadi ku harus tetap semangat dalam belajar, dan hasilnya di semester 1 dan 2 ku mendapat peringkat 1 lagi, oh ya dikelas 7G aku duduk sebangku dg teman q yg bernama hendra setiawan, dia adalah mie sedaap lovers hhaha. Dan di waktu ini juga sifat saat SD ku masih terlihat yaitu sifat ingin tau masalah orang lain, sedikit cerewet, sifat pendiam belum begitu terlihat dikelas ini.
Kelas 8 ku duduk dikelas 8G dengan wali kelas pak Yusuf Suhardi (guru kimia dan biologi), beliau adalah guru yg sangat pintar tapi sayang kedisiplinannya kurang *hehe maaf ya pak*, karna sekolah ku belum punya gedung, akhirnya kami numpang ke sekolah induk yaitu SMPN 2 KERTEK di reco, di sana kami merasa di anak tirikan *emang anak tiri kali ya* kami disana sekitar 7-8 bulanan, eh ya dikelas ini ku duduk berpindah-pindah, sempet sebangku dengan Yanto barokah (teman sebangku di SD) , Hari Nur Wijayanto (teman sejak SD dan dia sama seperti ku seorang VIKING dan MANCUNIAN), dan yg terakhir sama Sugiyanto (anaknya aktiv bgt di kelas), oh ya pada UAS semester pertama ku duduk sama kelas 9 dan kebetulan kakak kelas ku waktu SD, dan teman se kampungku namanya Mirna wati, (anaknya pandai, kalem dan cantik hehe) *naksir ya haha*. Setelah gedung SMPN 4 KERTEK jadi akhirnya kami pun kembali ke alam kami hehe, prestasiku sedikit menurun di sini waktu semester pertama ku hanya dapat peringkat ke 2 kalah sama Uli ifada (sekarang sekolah di SMKN 1 WONOSOBO, anaknya memang pandai, apalagi "GENG"nya memang terkenal anaknya pandai-pandai yaitu CURETA *cah yani, uli, rima, evi, tri sumiati, dan andri* ). Tapi pas semestes ke 2 ku dapatkan lagi peringkat 1 ku, *yee*.. Dikelas 8 ini sifat ku mulai berubah, ku jadi pendiam dan sangat pemalu *lol*
Kelas 9, yaitu 9G dg wali kelas bu Sri wahastuti (guru ips dari kelas 7-9) , kami biasa memanggilnya bu wahas, beliau orangnya sangat sabar menghadapi murid-muridnya, tapi beliau juga tegas, kenangan dikelas ini apa ya? Saking banyaknya sampai lupa, eh ya di semester pertama lagi-lagi kalah sama uli. Banyak cerita dan kenangan yg terjadi disini, tapi salah satu kejadian di depan ruang kelas 8 I, waktu itu ku sama temanku lagi berjalan dengan santainya, tiba-tiba pas ku berada di depan pintu, dari dalam bu Beti (guru BK pertama SMP 4) membuka pintu dan pintu tersebut langsung menghampiri kepalaku *suara kejedot* jidatku langsung merah haha kocak pokoke, mana ada adik kelas, haha,.
Dan waktu menuju UN pun semakin dekat, kami mempersiapkan UN dg melakukan pelajaran tambahan di skul, tapi sayang meskipun SMPN 4 KERTEK sudah mempunyai gedung tapi namanya masih SMPN 2 KERTEK kelas jauh, jadi pas UN, US, dan Ujian praktik, kita harus kembali numpang di SMP induk *SKIP*.
UN pun selesai, waktu pengumuman entah mengapa ku merasa biasa saja, dan akhirnya ku pun mendapatkan peringkat 2 paralel, kalah sama Bowo Anak SMP N 2 KERTEK asli, bukan anak tiri Setelah lulus dari SMP lagi-lagi ku bingung mau ngelanjutin sekolah kemana, ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan agama di pondok pesantren, tapi ku juga ingin tetap sekolah, dulu orang tua pernah ada ide untuk menyekolahkan ku di Bogor *kok jauh bgt?*. Ia karna di tempat tersebut, terdapat pondok pesantren yg juga "nyambi" dg bersekolah, 2 orang teman satu desaku juga sudah ada yg kesana, Idam dan Tri sumiati namanya, awalnya si ku juga kepingin bgt, tapi pas melihat 2 orang temanku itu pulang karna tdk betah, aku dan orang tua ku jadi tdk berminat. Dan dalam kebingungan ku itulah ku memutuskan untuk melanjutkan di SMKN 2 WONOSOBO. Jurusan AKUNTANSI.  Mungkin cukup dulu cerita peralanan hidupku. Tunggu serial selanjutnya episode SMK dan seterusnya hehe. Mungkin saat ini ku hanya bisa menulis kisah hidupku di sebuah blog, tapi siapa tau suatu saat nanti ku bisa menulis kisah ku menjadi sebuah buku hehe *jadi penulis buku ceritane* dan yg terakhir semoga cerita ku ini bisa bermanfaat dan dapat memberikan motivasi bagi yg membaca..

Senin, 06 April 2015

Analisis pekerjaan




Analisis Pekerjaan
(Disusun guna memenuhi mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia)
Dosen Pengampu Bu Harnanik


Oleh

Chotibul Umam          7101414196


Pendidikan Administrasi Perkantoran A 2014
Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Semarang
Semarang
2015



CV Warna Agung Baru Wood Industry
Deskripsi Pekerjaan

Nama Jabatan  : Supervisor Produksi
A.    Fungsi
Supervisor Produksi merupakan jabatan di bawah supervise Manajer Produksi, yang memiliki fungsi untuk mengawasi secara langsung kepala regu (mandor) dibawah tanggung jawabnya (serta mengawasi secara tidak langsung semua karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya) dan mampu bekerja sama secara efektif dan efisien dengan semua bagian lain terkait dengan proses produksi (mekanik, operator mesin dll) guna memproduksi bahan jadi yang memenuhi kualitas yang telah ditentukan dan memenuhi pesanan dari pemesan sesuai waktu yang ditentukan.
B.     Tugas
1.      Mengatur, mengontrol dan meningkatkan kemampuan SDM, bahan baku setengah jadi/jadi dan mesin – mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya
2.      Memaksimalkan efisiensi kerja
3.      Meminimalkan biaya produksi dan menghasilkan bahan setengah jadi/jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan
C.     Wewenang
1.      Mengkordinasi kepala regu (mandor) masing-masing bagian
2.      Mendisiplinkan anak buahnya (baik kepala regu maupun karyawan langsung) sesuai dengan kententuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
3.      Melakukan pemindahan karyawan dari satu bagian ke bagian lain jika diperlukan
4.      Menghentikan dan mengatur pengoperasian mesin– mesin produksi guna mencapai hasil produksi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta pemenuhan batas waktu pengiriman hasil produksi.
D.    Tanggungjawab
1.      Bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan/pelatihan kepada anak buah (terutama kepala regu) guna mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi timnya dan mendisiplinkan anak buahnya sesuai dengan ketentuan/peraturan yang  berlaku di perusahaan.
2.      Bertanggung jawab dalam mencapai tingkat kuantitas (output), kualitas dan jadwal produksi serta tingkat kegunaan mesin produkssi yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
3.      Bertanggung jawab dalam pemenuhan standard kualitas hasil produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan pelanggan dan jadwal pengiriman hasil produksi sesuai waktu yang telah disepakati
4.      Bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan standard kebersihan lingkungan kerja (keteraturan/kerapihan lingkungan kerja).
5.      Bertanggung jawab dalam melakukan koordinasi dan membina kerja sama tim yang solid.
6.      Bertanggung jawab dalam membuat laporan secara berkala kepada atasannya (manajer produksi) atas hasil kerjanya beserta analisa permasalahannya, tindakan–tindakan perbaikan atas permasalahan tersebut serta batas waktu estimasi penyelesaian masalah–masalah tersebut secara singkat,  padat dan kongkrit.
Hubungan lini
Atasan langsung                : Manajer Produksi
Bawahan langung              : Kepala Regu (Mandor)
E.     Kondisi Kerja
          Supervisor Produksi bekerja di pabrik yang cukup nyaman. Pada jadwal normal waktu kerja mulai jam 07.00 pagi sampai jam 15.00 sore dengan istirahat satu jam pada pukul 12.00-13.00, dan jam kerja sampai pukul 17.00 jika ditambah dengan lembur dan/atau mengawasi karyawan dan memberikan bimbingan serta pelatiahan kepada karyawan.

F.      Syarat-syarat Pekerjaan
1.      Syarat Pendidikan
Untuk menjadi seorang supervisor bagian produksi pada pabrik tersebut, minimal telah lulus S1 tidak harus dari jurusan manajemen namun bisa dari jurusan lainnya
2.      Pengalaman
a.       Dasar pengoprasian mesin produksi
b.      Dasar proses produksi
3.      Persyaratan khusus
Sehat jasmani maupun rohani (tidak cacat fisik)
4.      Pelatihan dan keahlian
a.       Dasar operasi mesin produksi
b.      Keselamatan kerja
c.       Proses produksi
d.      Manajerial
5.      Lain-lain
a.       Bertanggungjawab
b.      Disiplin
c.       Loyal

G.    Standar Penilaian Prestrasi Kerja
            Standar untuk menilai apakah kinerja dari Supervisor produksi sudah bagus atau tidak adalah dilihat dari produksi pabrik itu sendiri, apakah produksinya sudah sudah sesuai standar (sesuai pesanan) atau belum. Jadi untuk menentukan apakah Supervisor Produksi sudah bekerja sesuai standar yang sudah ditentukan adalah dari kualitas dan kuantitas dari produksinya.
Di pabrik juga menerapkan reward bagi karyawan yang berprestasi, bentuknya tergantung pada kebijakan pabrik.
            Untuk karyawan yang dipandang sudah bagus baik dari ketrampilan maupun loyalitasnya, dari pabrik juga memberikan reward dengan mempromosikan karyawan tersebut menjadi kepala kelompok atau mandor.

Minggu, 22 Maret 2015

Kasus Asyani Gambaran Pengadilan Di Indonesia yang Timpang



   Kasus Asyani, adilkah?

Dari waktu ke waktu, masalah peradilan di Indonesia selalu menarik  untuk disoroti. Akhir-akhir ini wajah peradilan di Indonesia kembali menjadi sorotan masyarakat.  Tentunya masyarakat Indonesia masih ingat betul kasus pencurian beberapa buah kakau yang sampai berujung pada meja peradilan atau kasus seorang anak kecil yang hanya mengambil sandal jepit dan harus berurusan dengan pengadilan.
lagi-lagi kasus serupa terjadi baru-baru ini. Seorang nenek berumur 63 tahun diseret ke meja pengadilan karena diduga telah mencuri tujuh batang kayu jati milik perhutani di kawasan Situbondo, nenek Asyani dilaporkan ke pengadilan negeri Situbondo oleh pihak perhutani , menurut pihak perhutani nenek Asyani telah melanggar Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.
Persoalan muncul ketika nenek Asyani membawa tujuh balok kayu jati dari hutan milik perhutani menuju sebuah bengkel kayu milik tetangganya untuk dijadikan kursi, hampir bersamaan polisi hutan kecurian dua gelondongan kayu jati di petak 43 F. Asyani ditangkap karena tidak bisa menunjukan surat keabsahan kayu. Dia meminta pengampunan, tetapi justru dikurung dalam tahanan sejak Desember 2014.
Asyani dituduh mencuri kayu jati senilai Rp 4,3 juta. Masa penahanannya pun diperpanjang dua kali karena ancaman hukumannya lima tahun. Perkara yang menimpa Asyani menjadi gambaran penegakan hukum yang timpang jika disandingkan dengan penanganan kasus korupsi di negeri ini.  
Merasa ada ketidakadilan Hak Asasi Manusia, menteri Lingkungan hidup dan kehutanan Siti Nurbaya meminta jajarannya mempertimbangkan rasa keadilan dalam menegakkan hukum. Meskipun hukum tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, beliau telah mengeluarkan edaran pada jajarannya agar mempertimbangkan juga keadilan HAM yaitu dengan pendekatan simpatik